Para Tamu Allah 1

Mungkin orang dibalik pintu itu sudah mengetuk pintu beberapa kali. Aku tidak mendengarnya karena aku lagi asik membaca sambil mendengarkan musik pakai headphone. Ketika aku tengok dari lubang pintu, dia sudah akan pergi, menuruni tangga apartemen rumahku. Dari balik pintu aku melihat dua orang lelaki. Seorang mengenakan jas hitam rapi. Yang lain pakai kemeja berdasi. Yang satu, seseorang dengan jas hitam, seorang Tionghoa. Yang lain sepertinya orang Ambon atau orang dari daerah sekitar Indonesia Timur. Ketika aku membuka pintu mereka tidak jadi pergi. Aku minta maaf karena tidak lekas membuka pintu sambil mempersilahkan mereka masuk. 

'Saya S' kata yang berjas. 'Saya L', yang lain dengan senyum memperkenalkan diri. Aku suah tahu siapa yang datang padaku pagi itu. Ini bukan pertama kalinya aku kedatangan dua orang tamu dengan pakaian rapi dan perlente. Aku juga sudah tahu apa yang akan mereka sampaikan; apa tujuan mereka bertamu padaku. 

Seperti tamu-tamu sebelumnya mereka menolak masuk ke rumah karena alasan hanya ada perlu sebentar dan sedikit terburu-buru. Setelah memperkenalkan diri, S dan L mengeluarkan kertas bundelan dokumen dari tas jinjingnya. Aku tahu mereka sudah lama tidak menginjak tanah airnya. Atau memang hanya leluhurnya saja yang berasal dari Nusantara. Bahasa Indonesianya pas-pasan dan banyak keseleo lidah. Dengan penuh antusis dia menerangkan maksud mereka bertamu. "Saya mohon maaf mengganggu pagi bapak. Kita hanya ingin kasih ini informasi'. Ia memberiku selembaran bertuliskan:
'Yesus Memberikan Kehidupannya Bagi Banyak Orang, Kenapa Ia melakukannya?. Aku menjawab dengan senyum, singkat:'terima kasih atas informasi dan undangannya'.

Dua orang dihadapanku itu tahu aku dan orang yang tinggal di apartemenku Muslim. 'Meskipun anda Muslim, tidak ada salahnya datang ke acara ini. Ini semacam ceramah saja. Atau kalau bapak punya kawan Kristiani sudi kiranya memberikan ini informasi pada kawan bapak'. Saya menjawab refleks: 'insyaallah pak nanti saya sampaikan'. Dia senyum menimpali. Aku juga ditawari buku-buku yang pernah diberikan padaku oleh orang yang datang sebelumnya. Aku bilang bahwa aku sudah diberi buku itu beberapa bulan yang lalu.

Setelah berterimakasih dan berbasa-basi tamu itu berpamitan. Aku menawari mereka sekali lagi untuk masuk, sekedar minum teh. Mereka menolak dan segera pergi.

Dua tamu yang datang pagi ini, seperti dua orang tamu sebelumnya, adalah para sukarelawan dari Jama'ah Gereja saksi Jehovah. Mereka sangat aktif berdakwah. Juga tak pandang bulu. Baik Kristiani maupun Muslim akan mereka datangi. Aku selalu menerima mereka dengan baik dan menerima, bahkan membaca semua buku-buku dan selembaran yang dibagikannya. Aku merasa harus memperlakukan semua tamu yang datang kerumahku degan baik dan hormat, siapapun dia. 

Aku tahu Jama'ah Saksi Yehovah ini sejak lama, sejak aku di UIN. Aku juga tahu mereka termasuk kelompok Kristiani yang Militan dan rajin berdakwah menyerukan siapapun masuk dalam ajaran Kristiani. Ketika pertama kali aku kedatagan mereka, aku tidak kaget dan sudah menganggap mafhum.

Ada juga manfaatnya kedatangan tamu-tamu itu. Mereka sering memberikan buku-buku. Selama ini aku hanya membaca ajaran mereka dari buku-buku karya orang lain, semacam secondary resources. Buku-buku yang mereka berikan menjadi semacam 'primary resources' buatku untuk membuat riset kecil-kecilan tentang Yehovah. Selama ini aku tahu Yehovah adalah varian dalam Kristiani yang mungkin sedikit 'berbeda' dari arus utama Kristiani. Mereka menolak ketuhanan Yesus (aku tidak tahu persis dan detail tentang ini). 

Mereka, dalam bayanganku, mirip Arianisme yang aku baca dalam sejarah Kristiani. Arianisme--merujuk pada si pembawa ajaran yang bernama Arius, berbeda dengan Athanasianism (Athanasius), adalah varian kelompok dalam Krintiani yang mengingkari Trinitas dan menolak ketuhanan Yesus. Yesus adalah manusai agung yang diturunkan untuk menyamapikan firman Tuhan Allah. Yesus manusia suci. Namun Yesus Bukan Tuhan. Sejarah perpecahan Kristiani ini bermula di tahun sekitar 325 Masehi. Mungkin Konsisli Nicea bisa jadi acuan tumbuhnya dua sekte dalam Kristiani ini. Jika hasil kesepakatan Nicea ini menjadi landasan iman dalam Kristen Athanasian (lantas menjadi Kristen Katolik) dan lazim disebut dengan 'syahadat iman Nicea' (lucu ya, kata 'syahadat' adalah juga kata sakral dalam Islam), Kristen Arian menolak mengakuinya. Mereka tetap pada dogma bahwa Jesus bukan Tuhan.

Sekte Arian ini oleh arus utama Kristiani dianggap sekte sesat dan kafir. Alasannya karena mereka tidak mau menerima basis utama dogma mereka: Trinitas. Sejak perpecahan yang terjadi selepas konsisli Nicea tahun 325, para pengikut sekte Arian hidup dalam 'pengejaran'. Namun ideologi tidak akan pernah mati. Sebagian besar para pengikutnya kemudian banyak tersebar di kawasan 'timur' dunia Kristen yang meliputi kawasan Mediteranian dan jazirah Arab. Kristen Athanasian tersebar luas di dunia Kristen 'barat' yang meliputi hampir semua daratan Eropa. Sekte dominant ini berpusat di Roma, berkoalisi dengan kekaisaran Romawi dan bermetamormofa menjadi Kristen Katolik-Roma 

Tentu saja sekarang ideologi Arian tetap hidup dan tersebar ke mana-mana, bukan hanya di kawasan sekitar Mediteranian. Di Amerika, kelompok Arian menjadi Kristen Unitarian. Di Melbourne juga banyak Kristen Unitarian. Aku sering melewati gereja mereka kalau hendak ke kampus. Di Indonesia juga banyak kalangan ini. Gereja Apostolos, jika aku tidak keliru, juga adalah varian Kristen Arian. Aku kira, jika aku baca dari liflet dan buku-buku yang dua orang tamu itu berikan padaku, Saksi Yehovah juga lebih dekat secara ideologi kepada Arianisme.

Comments

cagia mt said…
Bang zezen, saya sangat tertarik dengan arianisme dan unitarian, ada buku rujukan tentang mereka dalam konteks sekarang ga bang? apa aktivitas mereka ? dan bagaimana tata cara ibadah mereka.
Ada banyak pertanyaan di dalam otak saya bang?
btw.., saya alumni UIN Ciputat bang, lulus tahun 2007.
zezen zaenal mutaqin said…
Dear Cagia
Terimakasih atas komentarnya. Literatur tentang itu banyak sekali. Tapi ada baiknya mulai telusuri dari buku Kala Yesus Jadi Tuhan http://book.store.co.id/Kala_Yesus_Jadi_Tuhan_buku_2220.html bukunya banyak dijual ditoko-toko buku kok. Itu bagus sekali bukunya, meskipun kata kawan2 kristiani buku itu bias dan kurang objektif.

Popular posts from this blog

Catatan tentang “Thick description” Cliffod Geertz

Sebulan di Utrecht

YANG OTORITATIF DAN YANG OTORITER