Liburan yang menyedihkan di Utrecht
Semuanya karena hal sepele: lupa bawa kunci. Pagi itu saya hendak membuang sampah ke luar sambil menikmati secangkir teh manis. Karena berniat hanya beberapa menit saja keluar, saya tidak membawa kunci. Saya pikir pintu tidak perlu dikunci toh tidak akan ada yang masuk. Pintu apartemen juga masih terlihat karena tong sampah terletak di dekat tangga persis di samping kamar. Seolah tidak ada yang salah, saya kembali ke kamar. Teh sudah ham pir habis. Pintu kamar saya dorong. Tidak terbuka. Sekali lagi saya coba. Tetap tidak terbuka. Hati saya mulai berdebar-debar. Ketika itulah saya baru sadar bahwa rupanya pintu apartemen yang saya tempati dirancang untuk mengunci secara otomatis. Jadi jika penghuninya keluar rumah tanpa mengunci pintunya, pintu itu akan mengunci sendiri. Sebenarnya ini ide yang bagus. Setidaknya untuk alasan keamanan. Jika penghuninya buru-buru pergi dan lupa mengunci pintu, dia tidak perlu khawatir karena maling tidak akan bisa masuk. Namun buat saya saat itu, kunci o...