Posts

Showing posts with the label Puisi

Rindu Tiada

Buat: Bleus. Ada rindu di laci hatimu yang kau tak ingin aku tahu Sebentuk cinta Getaran halus sutra jiwa yang ingin kau buat tiada Ada senyum merah delima Bibir lentur berirama yang kau tak ingin aku sapa Sebentuk melodi suci Dawai permata hati yang ingin kau buat pergi. Ada cinta di saku kalbuku yang aku tak ingin kau tahu Sebentuk sayang Getaran halus hati yang tak ingin kukhianati Maafkan bila cinta datang tiba-tiba Begitu saja Aku tahu kau telah berdua Ciputat, 8 April 2007.

Rindu Tiada

Buat: Bleus. Ada rindu di laci hatimu yang kau tak ingin aku tahu Sebentuk cinta Getaran halus sutra jiwa yang ingin kau buat tiada Ada senyum merah delima Bibir lentur berirama yang kau tak ingin aku sapa Sebentuk melodi suci Dawai permata hati yang ingin kau buat pergi. Ada cinta di saku kalbuku yang aku tak ingin kau tahu Sebentuk sayang Getaran halus hati yang tak ingin kukhianati Maafkan bila cinta datang tiba-tiba Begitu saja Aku tahu kau telah berdua Ciputat, 8 April 2007.

Aku dan Kamu

Tubuhmu semerbak wangi gaharu Tubuhku bertahta cendana Tuhan merawatmu di utara Aku tumbuh di selatan Kita bertemu dalam pelukan Disatukan oleh ciuman Tunas cintamu bersemi di sahara Benih cintaku ditebar di muara Bertemu karena rindu Berjumpa karena kita pasangan jiwa Aku sayang padamu Jauh sebelum kau menjelma menjadi bunga. Ciputat, Januari 2006

Aku dan Kamu

Tubuhmu semerbak wangi gaharu Tubuhku bertahta cendana Tuhan merawatmu di utara Aku tumbuh di selatan Kita bertemu dalam pelukan Disatukan oleh ciuman Tunas cintamu bersemi di sahara Benih cintaku ditebar di muara Bertemu karena rindu Berjumpa karena kita pasangan jiwa Aku sayang padamu Jauh sebelum kau menjelma menjadi bunga. Ciputat, Januari 2006

Rindu tiada

Buat: Bleus. aku tak ingin kamu tahu ada segudang rindu di laci hatiku juga sebentuk cinta getaran halus sutra jiwa yang ingin kubuat tiada aku tak ingin kamu tahu ada melodi suci dawai permata hati yang ingin kubuat pergi. ada senyum merah delima bibir lentur berirama yang tak bisa aku sapa ada cinta di saku bajunya disembunyikan dalam hening dibiarkannya menjadi kering sayang yang tak pernah membawa senang senantiasa meradang dia ingin segera hilang Ciputat, 8 April 2007.

Rindu tiada

Buat: Bleus. aku tak ingin kamu tahu ada segudang rindu di laci hatiku juga sebentuk cinta getaran halus sutra jiwa yang ingin kubuat tiada aku tak ingin kamu tahu ada melodi suci dawai permata hati yang ingin kubuat pergi. ada senyum merah delima bibir lentur berirama yang tak bisa aku sapa ada cinta di saku bajunya disembunyikan dalam hening dibiarkannya menjadi kering sayang yang tak pernah membawa senang senantiasa meradang dia ingin segera hilang Ciputat, 8 April 2007.

Beranak

Aku adalah binatang jinak Hendak kawin beranak pinak Membawa serta urat leluhur budi Memeluk putri tanah sendiri Menarilah jika harus menari Jangan biarkan melodi segera berhenti Biarkan biola membuat kita bahagia Bukit Tinggi, Juli 2007

Beranak

Aku adalah binatang jinak Hendak kawin beranak pinak Membawa serta urat leluhur budi Memeluk putri tanah sendiri Menarilah jika harus menari Jangan biarkan melodi segera berhenti Biarkan biola membuat kita bahagia Bukit Tinggi, Juli 2007

Harapan

Ada kerlap-kerlip cahaya di bukit sana Sedikit redup tapi terus menyala Ayo kita daki hari-hari Jengkal demi jengkal tapak kaki Jangan kau lepas erat tangan dari tali Pegang saja meski kadang kau tak kuasa Pukul saja meski kau tak tega Suasana hadir seperti air mengalir Rindu rasa datang seperti petang yang niscaya Sia-sia kita menolak kehadirannya. Nanti ada sinar cerah di bukit sana. Bukan cahaya redup bukan fatamorgana Namun terang bulan dan api menyala. Ayo kita ke sana! Kuningan, Juli 2007

Harapan

Ada kerlap-kerlip cahaya di bukit sana Sedikit redup tapi terus menyala Ayo kita daki hari-hari Jengkal demi jengkal tapak kaki Jangan kau lepas erat tangan dari tali Pegang saja meski kadang kau tak kuasa Pukul saja meski kau tak tega Suasana hadir seperti air mengalir Rindu rasa datang seperti petang yang niscaya Sia-sia kita menolak kehadirannya. Nanti ada sinar cerah di bukit sana. Bukan cahaya redup bukan fatamorgana Namun terang bulan dan api menyala. Ayo kita ke sana! Kuningan, Juli 2007

Maafkan Aku Rindu

Maafkan tiba-tiba namamu, wajahmu dan keseluruhanmu menjadi magnet yang menempel kuat dalam lamunanku. Maafkan jika aku tak berdaya di hadapan rindu rasa. Maafkan atas perasaan yang menjadi badai secara tiba-tiba. Semoga esok tak ada lagi badai ini. Semoga lautan tenang kembali. (my lovely town Kuningan, 14 Juli 2007)

Maafkan Aku Rindu

Maafkan tiba-tiba namamu, wajahmu dan keseluruhanmu menjadi magnet yang menempel kuat dalam lamunanku. Maafkan jika aku tak berdaya di hadapan rindu rasa. Maafkan atas perasaan yang menjadi badai secara tiba-tiba. Semoga esok tak ada lagi badai ini. Semoga lautan tenang kembali. (my lovely town Kuningan, 14 Juli 2007)

KITA

Kita Bibirmu fajar Bibirku pagi Ciuman kita adalah lembayung indah sore tadi Hatimu rembulan Sementara hatiku malam hari Perasaan kita adalah indahnya malam ini Maka seperti malam yang mengikat rembulan dan fajar yang menyatu dengan pagi Begitulah aku padamu Juga kamu padaku Akulah aku fajar dan kau pagi Akulah aku malam dan kamu rembulan Ciputat 7 Oktober 04

KITA

Kita Bibirmu fajar Bibirku pagi Ciuman kita adalah lembayung indah sore tadi Hatimu rembulan Sementara hatiku malam hari Perasaan kita adalah indahnya malam ini Maka seperti malam yang mengikat rembulan dan fajar yang menyatu dengan pagi Begitulah aku padamu Juga kamu padaku Akulah aku fajar dan kau pagi Akulah aku malam dan kamu rembulan Ciputat 7 Oktober 04