Who had a beauty too much more than human? Oh, where are the snows of yesteryear! (Francois Villion) Sore yang indah baru saja pergi. Aku mengantarnya beranjak pergi dari jendela rumah studio. Aku titipkan salam rinduku untuk istri dan anak-anakku di kampung. Aku tahu, esok pagi dia akan menemui Amartya dan istriku di suatu desa yang jauh di sana. Kelinci berlarian di dekat jendela, lompat ke sana ke mari, menikmati hangatnya sore yang indah. Domba-domba di seberang sana, seperti biasa, tidak peduli dengan situasi apapun. Mereka hanya makan rumput. Sudah sebulan aku di Utrecht, Belanda. Meski terasa waktu berjalan lambat, akhirnya aku sampai juga di ujung bulan pertama. Berat sekali hidup tanpa anak dan istri. Apalagi Amartya lagi lucu-lucunya. Dia sedang mulai meniru kata-kata, mengenal benda-benda dan nama-nama. Aku tidak tega meninggalkan istriku sendirian. Tidak sepenuhnya kuasa meninggalkan anakku yang sedang berada dalam masa keemasan pertumbuhannya. Istriku dan Amartya harus m...
Walter Laqueur Walter Laqueur, PhD, now retired from his many academic postings, is most recently associated with the International Research Council at the Center for Strategic and International Studies, Washington, D.C., as its former director and, currently, a distinguished scholar . What is terrorism? There are more than a hundred definitions. The Department of State has one, Title 22 of the U.S. Code Section 2656: "premeditated, politically motivated violence perpetrated against noncombatant targets by subnational groups or clandestine agents, usually intended to influence an audience." The Department of Defense has another, and also the Federal Bureau of Investigation, while the present writer has contributed two or three definitions of his own. But none is wholly satisfactory. Too much has been made, in my opinion, of the element of "noncombatant targets" in order to define terrorism; there has not been a terrorist group in history that has attacked only soldi...
Saya bertugas 4 hari di Nakassar untuk urusan supervisi survei LSI. Ketika saya memasuki jalan kecil nan kumuh di jalan bayam dekat pasar tradisional saya sedikit terkejut. Awalnya saya kira kantor sekretariat HMI. Ternyata bukan. Itu klinik HMI. Saya menengok ke dalam bangunan yang dipagar tralis besi. Tak ada orang. Ternyata kata tetangga baru buka jam 5 sore. Tadinya ingin sedikit ngobrol. Klinik itu dikelola oleh kawan HMI di Makassar. Terlihat ruang tunggunya lumayan besar. Sepertinya lumayan rame. Keberadaannya di konplek kumuh mungkin sengaja agar klinik itu bermanfaat untuk yang bebar2 membutuhkan. Seandainya setiap cabang punya klinik sederhana seperti ini. Luar biasa. Ini jelas pengabdian untuk umat
Comments