KITA

Kita

Bibirmu fajar
Bibirku pagi
Ciuman kita adalah lembayung indah sore tadi

Hatimu rembulan
Sementara hatiku malam hari
Perasaan kita adalah indahnya malam ini

Maka seperti malam yang mengikat rembulan
dan fajar yang menyatu dengan pagi
Begitulah aku padamu
Juga kamu padaku

Akulah aku fajar dan kau pagi
Akulah aku malam dan kamu rembulan

Ciputat 7 Oktober 04

Comments

Cucu Surahman said…
cakep banget puisi mu Zen, aku jadi pengen ikutan nempelin puisi. boleh ya.............

Ilahi rabbi ghafirudzdzanbi
khaliqul insan maa nisyaani
segala puja puji sang Nabi
panjatkan doa ampuni kami

Ramadhan 'ali syahru a'dzhami
syafi'ul amraad maa bathini
bulan yang suci pendidik hati
sehat jasmani sehat rohani

terucap tulus alaika salami
moga tergapai semua tarajji
tapi ingat hari tak henti
manusia lari dekati mati

itulah hakikat hayat insani
harap diingat terus sadari
carilah berkat janganlah henti
raih akhirat gapai duniawi

dari sahabatmu
cucu

Popular posts from this blog

Sebulan di Utrecht

Catatan tentang “Thick description” Cliffod Geertz

Terrorism: A Brief History