Maafkan Aku Rindu

Maafkan tiba-tiba namamu, wajahmu dan keseluruhanmu menjadi magnet yang menempel kuat dalam lamunanku. Maafkan jika aku tak berdaya di hadapan rindu rasa. Maafkan atas perasaan yang menjadi badai secara tiba-tiba. Semoga esok tak ada lagi badai ini. Semoga lautan tenang kembali.

(my lovely town Kuningan, 14 Juli 2007)

Comments

Popular posts from this blog

Sebulan di Utrecht

Catatan tentang “Thick description” Cliffod Geertz

Terrorism: A Brief History