Who had a beauty too much more than human? Oh, where are the snows of yesteryear! (Francois Villion) Sore yang indah baru saja pergi. Aku mengantarnya beranjak pergi dari jendela rumah studio. Aku titipkan salam rinduku untuk istri dan anak-anakku di kampung. Aku tahu, esok pagi dia akan menemui Amartya dan istriku di suatu desa yang jauh di sana. Kelinci berlarian di dekat jendela, lompat ke sana ke mari, menikmati hangatnya sore yang indah. Domba-domba di seberang sana, seperti biasa, tidak peduli dengan situasi apapun. Mereka hanya makan rumput. Sudah sebulan aku di Utrecht, Belanda. Meski terasa waktu berjalan lambat, akhirnya aku sampai juga di ujung bulan pertama. Berat sekali hidup tanpa anak dan istri. Apalagi Amartya lagi lucu-lucunya. Dia sedang mulai meniru kata-kata, mengenal benda-benda dan nama-nama. Aku tidak tega meninggalkan istriku sendirian. Tidak sepenuhnya kuasa meninggalkan anakku yang sedang berada dalam masa keemasan pertumbuhannya. Istriku dan Amartya harus m...
Oleh: Zezen Zaenal Mutaqin* Dalam Islam, peranan teks (nas) memegang posisi yang sangat sentral. Teks yang dimaksud adalah Alquran dan Hadits. Dua hal tersebut oleh nabi sendiri disebut sebagai “warisan yang apabila kita semua berpegang pada keduanya niscaya tidak akan tersesat dalam kehidupan di dunia ini” Dalam keyakinan umat Islam, meski dalam beberapa hal masih diperdebatkan, Alquran dan Hadits adalah teks yang merangkum semesta realitas. Alquran dan Hadits bukan hanya kitab yang menerangkan hal-hal keagamaan seperti tata cara ibadah ritrual, dasar-dasar keimanan, hukum, masalah eskatologis dan lain-lain, tetapi benar-benar kitab kehidupan. Tak ada satupun yang luput dari keduanya. Sentralnya posisi teks dalam kehidupan umat Islam tersebut berangkat dari asumsi bahwa tekslah satu-satunya penjelas yang paling otoritatif. Teks diyakini merupakan jejak dari pemegang otoritas tertinggi (supreme authority), yakni Tuhan dan Muhammad sebagai rasul-Nya. Ketika Muhamma...
Oleh: Zezen Zaenal Mutaqin* Dalam Islam, peranan teks (nas) memegang posisi yang sangat sentral. Teks yang dimaksud adalah Alquran dan Hadits. Dua hal tersebut oleh nabi sendiri disebut sebagai “warisan yang apabila kita semua berpegang pada keduanya niscaya tidak akan tersesat dalam kehidupan di dunia ini” Dalam keyakinan umat Islam, meski dalam beberapa hal masih diperdebatkan, Alquran dan Hadits adalah teks yang merangkum semesta realitas. Alquran dan Hadits bukan hanya kitab yang menerangkan hal-hal keagamaan seperti tata cara ibadah ritrual, dasar-dasar keimanan, hukum, masalah eskatologis dan lain-lain, tetapi benar-benar kitab kehidupan. Tak ada satupun yang luput dari keduanya. Sentralnya posisi teks dalam kehidupan umat Islam tersebut berangkat dari asumsi bahwa tekslah satu-satunya penjelas yang paling otoritatif. Teks diyakini merupakan jejak dari pemegang otoritas tertinggi (supreme authority), yakni Tuhan dan Muhammad sebagai rasul-Nya. Ketika Muhamma...
Comments