Karena hidup sedianya selalu terlahir kembali dalam pencarian
Akhirnya....
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Alhamdulillah. Akhirnya lulus juga untuk sekolah ke Ausi. Ini adalah calon kampus yang akan jadi penjara saya selama dua tahun. Melbourne University Law School adalah kampus terbaik untuk studi hukum di Australia.
Oleh: Zezen Zaenal Mutaqin* Dalam Islam, peranan teks (nas) memegang posisi yang sangat sentral. Teks yang dimaksud adalah Alquran dan Hadits. Dua hal tersebut oleh nabi sendiri disebut sebagai “warisan yang apabila kita semua berpegang pada keduanya niscaya tidak akan tersesat dalam kehidupan di dunia ini” Dalam keyakinan umat Islam, meski dalam beberapa hal masih diperdebatkan, Alquran dan Hadits adalah teks yang merangkum semesta realitas. Alquran dan Hadits bukan hanya kitab yang menerangkan hal-hal keagamaan seperti tata cara ibadah ritrual, dasar-dasar keimanan, hukum, masalah eskatologis dan lain-lain, tetapi benar-benar kitab kehidupan. Tak ada satupun yang luput dari keduanya. Sentralnya posisi teks dalam kehidupan umat Islam tersebut berangkat dari asumsi bahwa tekslah satu-satunya penjelas yang paling otoritatif. Teks diyakini merupakan jejak dari pemegang otoritas tertinggi (supreme authority), yakni Tuhan dan Muhammad sebagai rasul-Nya. Ketika Muhamma...
Kita Bibirmu fajar Bibirku pagi Ciuman kita adalah lembayung indah sore tadi Hatimu rembulan Sementara hatiku malam hari Perasaan kita adalah indahnya malam ini Maka seperti malam yang mengikat rembulan dan fajar yang menyatu dengan pagi Begitulah aku padamu Juga kamu padaku Akulah aku fajar dan kau pagi Akulah aku malam dan kamu rembulan Ciputat 7 Oktober 04
Ketika di pesantren Darussalam Ciamis, semasa SMA, saya seorang Gus Dur-ian sejati. Ada seorang kawan lain, Kholil namanya, yang juga seperti aku: menjadi fans berat Gus Dur. Posisi yang aku ambil untuk menjadi fans Gus Dur, saat di pesantren itu, kurang populer. Maklum, pesantrenku itu pesantren Persis/Muhammadiyah. Aku sering diledeki oleh kawan sebagai pengagum seorang yang Kiai plin-plan, Kiai pendukung Israel, Kiai nyeleneh karena mau ganti ucapan 'assalamu'alaikum' dengan selamat pagi, Kiai yang 'menyamaratakan' agama dan lain-lain. Pendirianku tidak goyah, aku tetap Gus Dur-ian hingga keluar pesantren. Aku tahul nama Gus Dur di pesantren sebelum aku masuk Darussalam, tepatnya di pesantren Darul Ulum, sebuah pesantren NU di kampungku. Pesantrenku adalah sebuah pondok NU tradisional. Semua santrinya tidak ada yang sekolah, kecuali aku dan saudara sepupuku. Itupun setelah minta izin yang sedikit ribet dari pak Kiai. Di pesantrenku dulu, kemanapun pergi santri w...
Comments